Naruto Uzumaki Running

Kamis, 08 November 2018

Kita Punya Hak untuk Bahagia

Assalamualaikum...
Alhamdulillahirobbil'alamin kita masih diberikan nikmat sehat sampai hari ini.
Sahabat Umi, pernahkah kalian merasa terombang ambing mengikuti apa yang dikatakan orang? Seperti belum punya prinsip sendiri.
Rasanya kita selalu harus mendengarkan apa yang dikatakan orang kepada kita. Langsung kita masukkan dalam hati tanpa penyaringan terlebih dahulu. Kita jadi cepat emosi, marah, sedih, putus asa, dan sakit hati. Kita melakukan apapun agar orang lain bahagia tanpa memperhatikan perasaan kita sebenarnya.
Bahkan kita sering menilai buruk apa yang dikatakan orang kepada kita. Bisa dibilang berprasangka yang nggak-nggak.
Capek juga ya apabila fikiran kita selalu berbicara tanpa rem berhenti. Fikiran kita jadi penuh.oleh prasangka-prasangka. Hem...
Sekarang kita bisa belajar untuk mengubah itu..
Sejatinya kebahagiaan terletak di dalam diri sendiri. Lebih sering tersenyum. Kalaupun nggak mudah, paksakan untuk tersenyum. InsyaAllah rezeki akan datang dengan kamu bisa tersenyum. InsyaAllah semua akan jadi biasa untuk bisa tersenyum..
Kedua, perbanyak bersyukur atas segala yang kamu miliki saat ini..
Bersyukur atas nikmat sehat, nikmat berkeluarga, nikmat pertemanan, nikmat pekerjaan, nikmat hidayah yang Allah berikan.
Ketiga, kita harus selalu menyadari, bahwa hidup ini terlalu singkat bila kita habiskan dengan ketidakbahagiaan hati.
Jangan biarkan semua masalah yang menimpamu membuatmu mudah sekali untuk mengeluh. Itu artinya kamu kalah.Taklukkan kesulitan dan segala masalahmu dengan usaha dan semangat. Tak lupa selalu mendekatkan diri kepada Allah. Karena hanya Allah yang dapat membuat kesulitan kita menjadi mudah.
Allah memberikan segala kesulitan di hidupmu hanya untuk menguji kesabaranmu dan keikhlasanmu menjalaninya. Dan agar kamu selalu bisa belajar. InsyaAllah saat kamu ikhlas dan sabar saat melaluinya, kamu bisa menjadi orang yang baru, Tetap tersenyum, belajar, dan membaur :)
Punyai prinsip hidup yang kuat yang tak bisa diperintah orang seenaknya. Semangat ya :)

Senin, 18 Juni 2018

Sesuatu yang tak pasti

Tuhan..
Jika Kamu menginginkanku untuk menunggu sesuatu yang tak pasti, aku akan menunggu...
Jika Kamu menginginkanku untuk lebih sabar dalam sesuatu yang tak pasti, aku akan bersabar..
Jika Kamu menginginkanku untuk tidak berkeluh kesah untuk sesuatu yang tak pasti dalam hidupku, aku akan mencoba...
Sesuatu yang tak pasti, yang hanya Kamu yang tahu akhirnya..
Kamu memberikanku sesuatu yang tak pasti, hanya untuk menguji seberapa kuat aku mampu memikul dan menghadapinya. Seberapa sabar dan ikhlas aku menerimanya...
Sesuatu yang tak pasti, apakah itu?
Penantian jodoh, masa depan dan kebahagiaan dengan orangtua dan orang-orang yang dicintai..
Kapankah semua itu berakhir dengan indah?
Hanya Allah yang tahu
Dan aku coba bersabar dan ikhlas dalam diam...
Cita-cita terbesar adalah dapat diterima di jannah Mu kelak.Aamiin...

Selasa, 22 Mei 2018

Lakukan Walau Hanya Sendiri. Kenapa Tidak?

Pernah nggak saat kamu melakukan suatu hal yang baik secara berkelompok dengan teman dekatmu. Dan saat melakukan itu sangat mengasyikkan karena memang kamu tidak sendiri. Dan saat kamu melakukan itu sendirian, kamu lebih memilih tak melakukannya.
Contohnya, dulu saat masih SMA, di bulan Ramadhan, aku beramai-ramai semangat banget untuk melakukan sholat subuh berjamaah, sholat tarawih dan tadarus di mushola. Karena apa? Ada teman yang selalu bareng aku melakukan itu semua. Jadi kita merasa termotivasi untuk melakukan hal baik karena memang ada temannya..
Tapi setelah kita disibukkan untuk kuliah, teman yang dulu bareng untuk melakukan itu, sekarang ada di luar kota. Lalu bagaimanakah nasib kita? Ada rasa malas, tak ada keseruan lagi karena tak ada temannya. Dan dalam hati, 'Ah, yasudahlah. Tadarus di rumah aja, sholat subuh di rumah aja' dll..
Suatu hari, ada suatu pesan yang tak sengaja aku tangkap dari seseorang. Dia berbicara sama orang lain, tapi aku tak sengaja denger. "Lakukan hal baik, walau sendirian. Toh, saat kamu mati, amal setiap orang adalah kewajiban masing-masing orang itu. Orang lain tak bertanggungjawab atas amalmu begitupun sebaliknya."
Jujur, aku terenyuh banget dengernya... Aku sependapat..
Sampai sekarang, aku masih inget kata-kata itu. Dan sebisa mungkin bisa mengaplikasikannya sendiri..

Senin, 21 Mei 2018

Pesan Ramadhan 2018. Ahli Surga

Ada si fulan, sebut saja Husain, yang bertemu nabi Muhammad.
Nabi Muhammad SAW berkata padanya, "Dia adalah ahli surga." sambil menunjuk si fulan yang lain, sebut saja Ikhsan.
Lantas Husain pun berfikir dalam hati. Bagaimana bisa Ikhsan disebut nabi Muhammad SAW sebagai ahli surga? Saking penasarannya dia pun menghampiri Ikhsan di kediamannya.
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam Warohmatullahi Wabarokatuh". jawab Ikhsan
"Saudaraku Ikhsan, bolehkah saya menginap beberapa hari di kediamanmu? Karena saya ingin mencari barang untuk di jual di sekitar sini." terang Husain mencoba meyakinkan Ikhsan agar bisa menginap dan mencari tahu apa keistimewaan Ikhsan yang disebut sebagai ahli surga.
"Boleh saudaraku. Silahkan."
Hari Pertama
Ikhsan hanya mengerjakan sholat 5 waktu di rumah seperti biasa, tak ada yang lebih dari itu.
Hari Kedua
Ikhsan juga tak melakukan puasa sunnah setiap waktu, ibadah sholat sunnah juga jarang.. 'Lantas apa yang membuat dia bisa di sebut ahli surga?' Husain pun tambah penasaran.
Hari Ketiga
Husain masih mengamati kebiasaan yang di lakukan Ikhsan. Namun tak ada perubahan. Semua yang dilakukan Ikhsan adalah ibadah yang biasa saja. Husain pun tambah frustasi bertanya-tanya dalam hati.
Melihat Husain yang tampak tak baik dari raut wajahnya, Ikhsan pun bertanya..
"Ada apakah gerangan wahai saudaraku? Wajahmu sepertinya menyiratkan kebingungan? Sudahkah menemukan barang-barang yang akan kamu jual di kotamu dari sini?" tanya Ikhsan.
"Maafkan saya saudaraku. Sebenarnya saya berbohong bahwa saya ingin mencari barang-barang untuk dijual lagi. Saya menginap di kediamanmu hanya ingin mengetahui keseharianmu seperti apa. Karena kata Nabi, kamu adalah ahli surga." terang Husain sambil menunduk pasrah.
"Jadi seperti itu." jawab Ikhsan sambil tersenyum. "Saya bukanlah orang yang istimewa saudaraku. Keseharian saya biasa-biasa saja, ibadah wajib dan tidak setiap waktu melakukan ibadah sunnah. Tapi ada 2 hal yang saya tidak pernah untuk melakukannya." terang Ikhsan.
"Apakah gerangan itu wahai saudaraku?"tanya Husain balik.
"Saya tidak pernah iri pada orang lain. Dan saya tidak pernah membicarakan keburukan orang."

Kamis, 17 Mei 2018

Semua Pilihan Punya Resiko

Ohaiyo Gozaimasu...
Di hidup ini banyak jenis orang.
Orang yang hanya jadi ibu rumah tangga. Setiap hari di rumah, mengurusi kebutuhan rumah tangga, masalah dapur, mengurus anak, setiap hari di rumah, tanpa sadar hari berganti, bangun tidur di rumah, sampai sore, malam, tidur, pagi nya seperti itu lagi. Terus berulang...
Ada juga orang yang selalu disibukkan sama keinginannya sekolah setinggi-tingginya, bahkan mengejar karir adalah yang terpenting untuknya. Setiap hari disibukkan tugas, yang bahkan orang-orang seperti ini tak mempedulikan lingkungan Tapi kebanyakan masalah jodoh, dia belum menemukan..
Ada yang memilih untuk menjadi ibu rumah tangga sambil jadi wanita karir. Nah ini lebih kompleks. Mereka harus bisa membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan. Orang-orang seperti ini bekerja dari pagi sampai sore, sampai rumah mungkin hanya sebentar waktu mereka bersama keluarga. Lebih banyak waktu bekerja dan di rumah juga untuk tidur.Karena pada zaman sekarang, tidak cuma laki-laki yang bekerja, perempuan sebagai ibu rumah tanggapun juga ikut bekerja. Semua itu demi apa? Karena mereka ingin membantu ekonomi keluarga, ada juga yang mungkin suaminya berkecukupan tanpa harus dia bekerja, tapi si wanita memang ingin bekerja, tak ingin jadi ibu rumah tangga saja.
Semua itu adalah pilihan, setiap orang berhak memilih untuk hidupnya, hidup seperti apa yang ingin dia jalani. Tapi setiap pilihan memang ada resikonya. Pasti..
Jadi misal contohnya kita sekarang memilih bekerja sambil mengurus rumah tangga (sebagai wanita), kita tak perlu mengeluh dengan segala resiko yang sedang atau akan kita alami nanti, ya karena memang itu adalah kehidupan yang kita pilih...
Jadi ya jalani saja karena itu sudah pilihan kita..

Selasa, 15 Mei 2018

Ikut SBMPTN. Pengalaman Pertama dan Kesempatan Terakhir

Nihauma....
Kali ini aku mau berbagi pengalaman ikut SBMPTN..
Aku adalah lulusan SMK tahun 2014 di sebuah SMK Negeri di Pati, Jawa Tengah.
Tentu saja kuliah adalah keinginanku saat itu. Tapi dikarenakan ekonomi keluarga yang tak memungkinkan untukku kuliah, akupun bekerja dulu. Kuputuskan untuk merantau, karena gaji pekerjaan di luar kota lebih menjanjikan untukku bisa menabung..
Sendirian, di sebuah kota di Serang, Banten. Aku bekerja di sebuah pabrik sepatu PT.Pouchen Indonesia atau lebih dikenal PT. Nikomas Gemilang. Pemiliknya adalah orang Taiwan, dan sepatu yang di produksi untuk ekspor semua. Nike, Adidas, Puma, Asics, Under Armour, Saucony, K-Swiss. Perusahaannya besar, makan gratis 3 kali sehari, disediakan mess, tidur, mandi gratis tanpa biaya. Dan gaji juga besar. Tapi pekerjaan banyak tuntutan. Disitulah aku harus tetap menguatkan diri demi cita-cita untuk bisa kuliah pada saat itu. Setelah dapat 1,5 tahun bekerja, aku memutuskan untuk ikut tes SBMPTN. Tahun itu adalah tahun dimana kesempatan terakhirku untuk bisa mengikuti SBMPTN karena kesempatan untuk setiap lulusan memang ada tenggat waktunya. Dan tahun itu pula, adalah pengalaman pertamaku mengikutinya. Jadi bisa dibayangkan, tidak ada pengalaman, tidak tahu medan perang dengan baik, kesempatan terakhir pula. Aku hanya bisa berusaha semaksimal yang aku bisa.
Banyak hal yang sudah aku korbankan untuk bisa mengikuti tes, seperti bolos kerja, ke bank untuk bayar tes, ikut tes SBMPTN nya di sebuah kampus di Banten dengan beribu pendaftar. Aku melakukannya sendiri tanpa ibuku tahu. Riwa riwi sendiri.
Aku juga survey lokasi ujian dan survey kampus yang aku incar. Karena persyaratan di SBMPTN, harus memilih kampus yang ada di wilayah tempat tes, yang berarti aku harus memilih kampus di Serang, Banten, akupun memilih UNTIRTA(Universitas Sultan Ageng Tirtayasa). Universitas Negeri yang ada di Serang sebagai pilihan pertama, UNNES sebagai pilihan ke dua dan ke tiga.
Disaat hari H ujian, tak kusangka macet di jalan. Aku juga mabuk kendaraan. Rasanya sudah ketar ketir, apakah telat atau tidak. Dan agak pasrah. Itupun tak ada orang yang tahu..
Sampailah di tempat ujian, aku mengerjakan dengan semaksimal yang aku tahu, dengan beribu orang yang juga ikut ujian, tak ada yang aku kenal seorangpun. Mereka dan aku berjuang untuk mendapatkan salah satu kursi di universitas, itu berarti mereka adalah musuhku. Bukan sih, sebenernya musuhku adalah soal-soal itu. He...
Menurutmu apakah aku lolos? Aku hanya berfikir, bila aku tak lolos aku bakal sedih, tapi bila aku lolos aku bakal bingung bagaimana biaya kuliah nanti.
Hari H pengumuman pun tiba. Di sebuah warnet dengan berbekal makanan yang aku beli, Bakso, dan jajan-jajan pinggir jalan. Karena dalam hati, bila nanti aku tak lolos, aku akan melampiaskan ke makanan, untuk mengurangi sedihku. He...
Aku agak was-was, dan tak mau berharap banyak untuk lolos, takut sakit hati. Akupun menghibur diri dulu dan menguatkan hati dan dalam hati aku berkata tak apa, pasti ada jalan yang lebih baik dan ini bukan jalannya. Padalah disaat itu aku belum buka pengumumannya..
Aku tulis nama dan no sandiku di website pengumuman. Dan keterangannya adalah...
"SELAMAT ANDA LOLOS DI UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA, PRODI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA"
Dalam hati aku berkata "Wah, ini beneran?" sambil mringis senyum, gemeteran, mrinding,seneng banget nggak percaya. Sambil terus membaca pengumuman, apa ini nggak salah kata, dalam hati.
Aku langsung memfoto pengumuman itu untuk kenang-kenangan. He... Alhamdulillah... berulang-ulang kukatakan sambil masih gemeteran.
Malam itu aku langsung memberitahukan kabar gembira itu ke ibu. Ibu juga seneng, Alhamdulillah..Tapi beliau was-was dengan biaya. Akupun bilang padanya akan berusaha untuk mengajukan bidik misi..
Pengorbanan belum sampai disitu, aku ke UNTIRTA langsung untuk membicarakan bidikmisi di bagian kemahasiswaan. Sendirian. Istirahat di masjid UNTIRTA tanpa ada seorangpun yang aku kenal.Kayak orang ilang beneran..Dan disitu aku juga melakukan tes lagi, tes narkoba, buta warna, mengumpulkan berkas, tes kesehatan juga. Khusus untuk tes narkoba tidak dilakukan di kampus, tapi di klinik terdekat. Dan bayar 150 ribu untuk hanya mendapatkan satu lembar kertas bertuliskan bebas narkoba. 'Ya Allah mahal banget' dalam hati..
Dari pagi sampai sore aku baru pulang di mess tercinta. Tak berapa lama, adalah bulan Ramadhan, dan mendekati hari idul fitri, aku pulang kampung. Lebaran hanya beberapa hari di rumah, itupun untuk mengurus berkas permohonan bidikmisi yang masih kurang. Balik ke Serang lagi, karena libur nya sudah habis, aku bolak-balik lagi ke kampus.
Dan di suatu malam, aku ditelfon ibu, ibuku tiba-tiba keberatan dengan aku kuliah di Banten. Alasannya adalah jauh dari rumah untuk waktu 4 tahun lagi. Ibuku juga sendirian di rumah tak ada temennya tak sanggup untuk waktu yang lama tanpa aku.
Dan apa keputusanku setelah sekian lama aku berkorban demi kuliah? Dari mulai pendaftaran sampai mengurusi bidikmisi. Aku Menyerah, mendengarkan kata ibu. Restu orangtua jauh lebih penting walau aku tak bisa menyembunyikan kesedihan dan kadang masih ada penyesalan sampai sekarang. Tapi aku berniat akan membalasnya, dengan aku bisa mendapatkan ganti dari itu semua. Membayar semua pengorbananku itu dengan kesuksesanku kelak. Tentu saja aku tak akan melupakan itu semua. Tak akan pernah. Untukku bisa lebih semangat lagi dalam membalasnya. Dalam mencapai mimpiku yang lebih indah lagi. Aku bertekad... Bismillah.... :)


Rabu, 11 April 2018

Orang Nekat untuk Bertemu Miss Merry Riana

Waktu itu aku masih kerja di sebuah pabrik sepatu di Serang, Banten.
Tahun 2017, aku kenal Miss Merry lewat buku "Mimpi Sejuta Dollar" yang kubeli di pinggir jalan. Ya, itu bukan buku ori, he.. Maafkan aku ya Miss..
Ceritanya luar biasa hebat. Perjalanan hidupnya luar biasa tak biasa. Aku pun coba buka websitenya Miss Merry yang tercantum di buku tersebut.
Dan tepat saat kubuka, ada sebuah iklan tentang seminar IIC (Inspire Indonesia Conference). Biayanya waktu itu berapa ya. Aku lupa. Kucoba untuk menghubungi nomor yang tercantum di iklan tersebut. Aku dijelaskan untuk memilih beberapa pilihan. Ada biasa, silver, gold, atau VIP. Itu adalah reservasi tempat duduk dan semakin depan semakin tinggi biayanya.
Nggak mau tanggung-tanggung, aku pun memilih tempat duduk VIP dengan biaya paling mahal.Langsung melakukan transfer saat itu juga.
Aku yakin aja itu bukan tipu-tipu padahal baru pertama kalinya ikut seminar.
Padahal di saat itu aku tidak tahu nanti berangkat ke lokasi bagaimana. Juga tidak pernah ke Jakarta sendirian. Dan dengan siapa nanti pergi ke sana. Nekat...
Acara dimulai hari minggu pagi jam 8. Dan aku mencari cara gimana bisa berangkat ke sana tanpa nginep soalnya tak ada temen yang rumahnya Jakarta. Berbekal tanya sana sini, akhirnya aku nekat berangkat jam 1 pagi dari Serang, Banten.
Pagi-pagi jam 1 aku dibangunkan alarm hp kesayangan. Masih ngantuk sih sebenernya. Tapi kupaksa diriku untuk sesuatu yang nekat dan nggak pasti. Kenapa bisa se nekat itu, karena lebaran tahun 2017 adalah waktu terakhirku bekerja di Serang, dan setelah itu aku ingin mencari kerja di tempat kelahiran. Otomatis, itu adalah waktu terakhirku bisa tinggal lama dan jalan-jalan di Jakarta. Dan, aku ingin untuk sekali saja bisa memberanikan diri gimana caranya agar bisa bertemu Miss Merry Riana. Salah satu mimpiku dari dulu. Dan ini adalah sebuah jalan yang tak mau aku sia-siakan. Dalam hatiku berkecamuk. Apakah nanti bener" bisa sampai tempat tujuan dengan selamat, apakah aku bener-bener akan nekat kali ini sendirian ke Jakarta tanpa teman dan nggak tau alamat tempat yang dituju. Rencananya sih dari Serang naik angkut turun terminal Pakupatan, langsung naik bis jurusan Jakarta. Sampe Jakarta nanti tanya alamat lagi. Pokoknya itu rencanaku dengan modal nekat.
Temenku ada yang bilang "kamu gila ya." Aku cuma menjawab dalam hati bukan gila, tapi nekat yang hampir gila. He..
Aku tinggal di mess pabrik. Dan saat keluar mess pasti melewati satpam mess dan satpam pusat.
Pagi-pagi jam 1 masih gelap gulita, aku dengan perasaan tentu saja takut tak ada orang yang lewat disekitar mess dan dalam pabrik. Semua orang pada tidur. Aku hanya berharap semoga aku tidak dianggap sebagai hantu di malam hari oleh orang yang nanti lewat. Haha... Lho bukannya kebalik... He...
Sampe di satpam pusat, sebenernya aku udah menduga sih akan ditahan dan ditanyain ini itu. Secara emang aneh sih jam 1 pagi seorang cewek sendirian bukannya tidur cantik di dalam kamar yang hangat dan menikmati weekend, malah menerobos malam. Dari mulai ditanyain mau kemana, sama siapa. Untuk menjauhi yang tidak diinginkan, aku pun bilang mau ikut seminar di jakarta sama temen dan janjian di terminal. Dalam hatiku memberontak kesal, "nggak tau ya aku ini lagi buru-buru."
Tapi malah bapak-bapak satpam nya bilang, bis di terminal baru mulai beroperasi jam 5 pagi.
Oh No! Dalam hati aku langsung down, nggak bakal cukup waktunya kalo gitu.. Aku coba tetep kekeuh serius dalam mencari jalan. Dan bapak-bapak satpam mungkin menyadari bahwa wajahku serius berfikir dan terlihat bahwa acara yang aku akan hadiri memang sangat penting. Tiba-tiba bapak satpam menawari pilihan agar aku bisa bareng temennya yang akan ke Jakarta pagi itu. Jujur agak takut, sama laki-laki dewasa sendirian di dalam mobil dan perjalanan ke Jakarta juga beberapa jam. Mrinding.. Tapi bapak satpam mencoba meyakinkanku untuk tenang saja dan tidak akan terjadi apa-apa.
Dalam hati yang masih nekat, aku akhirnya menerima tawarannya.
Aku diantar oleh seorang bapak satu anak di dalam mobil 'Avanza' menuju jakarta. Kami sama-sama duduk di depan. Jujur masih merasa canggung dan agak takut, aku pun selalu berdoa dalam hati.
Menyadari suasana kaku diantara kami, beliaupun membuka percakapan.
Beliau mulai bercerita tentang dirinya yang ternyata kerjaannya di pabrik kami adalah pengawas untuk ekspor produk. Pengalamannya sunggung banyak. Beliau mulai bekerja dari kerjaan yang kasar sekalipun. Sungguh pengalaman yang patut ditiru akan semangatnya untuk terus berjuang. Bukankah kita bisa memperoleh ilmu dari siapa saja dan dimana saja. Suasana kami agak mulai mencair walau aku tetep agak takut. Tapi aku bersyukur mengenal beliau dan berbagi cerita tentang pengalaman hidup kami satu sama lain. Beliau juga bertanya segala hal tentang ku. Di dalam mobil itu, di fajar hari, aku melewati hiruk pikuknya kota metropolitan. Kota jakarta yang penuh lampu dan gedung pencakar langit. Subhanallah... Sungguh aku ingin menangis terharu bahwa nekatku bisa mengantarkanku di jakarta dengan jalan yang tidak di sangka-sangka. Waktupun tak terasa, sampailah di J-Expo (Jakarta-Expo). Akhir pertemuan kami, aku diberikan wejangan hidup layaknya bapak sama anak. Akupun dimintai no.hp oleh beliau. Agak takut sebenernya, tapi untuk membalas jasa bapak itu yang nggak mau dibayar atas tumpangan gratisku, aku pun memberikan no. ku kepadanya. Dan ucapan terimakasih tentunya.
Baru jam 5 sampai di J-Expo dan masih banyak waktu bebas. Akupun mencari mushola disekitar situ. Dengan berbekal tanya sana sini, ternyata mushola nya jauh banget dari situ. Akupun berjalan kaki melewati gedung-gedung besar dan jalanan yang mulai ramai karena sudah mau pagi.
Udara pagi kota Jakarta, burung-burung mulai menjalani aktifitasnya, terbang berkelompok dan ada juga yang satu satu. Suara merdu burung, dibarengi dengan suara kendaraan yang mulai beroperasi di kota Jakarta.
Suasana yang asing bagiku dan membuat ku tersenyum saking senangnya. Maklum, bermodal nekat tapi bisa jadi nyata :)
Setelah sholat, aku pun tanya tentang MGK, tempat untuk seminarnya Miss Merry nanti. Kata ibu penjual nasi kucing, ternyata masih agak jauh dari J-Expo.
"Apakah ada angkot untuk sampai sana" tanyaku lagi dan ternyata tidak ada. Aku diberikan saran untuk naik Gojek saja. Tapi ku bilang tidak punya aplikasinya.
Disaat itu ada bapak gojek menurunkan penumpangnya tepat di sekitar aku berdiri. Langsung saja ku samperin.
"Pak, bisa ke MGK Kemayoran? Tapi saya nggak punya aplikasi gojek"
"Iya neng nggak pa-pa. Ayo."
Disitu aku bersyukur banget. Dan pertama kalinya naik gojek. He.. Ndeso banget ya..
Akhirnya... Akhirnya aku sampe depan MGK hampir jam 6 pagi. Dan acaranya masih lama.... Sebentar lagi aku akan lihat Miss Merry langsung dan seneng banget..... Hehe.. Oke, bener-bener ndeso ya.....
Saat itu aku laper banget dan pengen sarapan. Tapi disekitar situ nggak ada yang jual nasi pecel lele pinggir jalan atau apapun.
Tapi dideket situ ada SevenEleven, salah satu supermarket buatan Thailand. Dulu masih ada ya, tapi tahun tahun ini memang sudah jarang kita temui di Indonesia. Nah, di Seven Eleven aku nyari sesuatu yang mengenyangkan. Ketemulah sama nasi kepel berasa ayam yang dijual tapi dalam bentuk beku. Jadi belinya nunggu di panasin dulu. Dan rasanya duh enak banget... Serius. Sayang banget ya Seven Eleven udah bangkrut padahal pengen beli lagi... Jadilah aku nggak laper lagi..
Enak-enak makan dan duduk di bangku depan Seven Eleven, tiba-tiba aku dipanggil seseorang yang nggak ku kenal. Ternyata eh ternyata dia miss komunikasi sama aku. Dia adalah salah satu panitia untuk acara miss Merry, dan karena aku pake jas item n krudung merah, yang mereka juga pake, aku dikira bagian dari mereka.. Haha....
Disitu kita kenalan. Dia kuliah di salah satu universitas swasta di jakarta sekaligus bekerja di team nya miss Merry. Oh... Beruntungnya aku bisa kenalan sama kenalannya Miss Merry.. Hehe.....
Tak berapa lama, dia undur diri buat kumpul sama temen-temennya. Akupun jadinya sendiri lagi.
Dan disitu mulai banyak orang, tiba-tiba ada seorang pemuda yang duduk di kursi sebangku denganku. Bukan apa-apa ya. Soalnya kursi disitu penuh, dan cuma kursi sampingku yang kosong.
Dia bawa sebuah kotak bentuknya kayak wadah miras gitu, yang biasanya dipakai orang-orang china jaman dulu. Kotak pipih dan ada tutupnya. Karena penasaran, akupun tanya. Dia menyadari rasa penasaranku, dan jawab kalo itu berisi air putih. Oh.... Dalam hati... Baru tau gue..
Kami juga saling bertukar pertanyaan. Dia adalah salah satu supervisor Bank Mandiri yang ada di Tangerang. Dan dia sudah berkali-kali ikut seminarnya Miss Merry Riana. Sedangkan aku agak malu dan jawab aku adalah buruh pabrik biasa dan baru pertama ikut seminarnya Miss Merry. He..
Dia berkata kalo seminarnya Miss Merry itu ngebantu dia banget untuk meningkatkan karirnya. Dia bercerita juga bahkan pernah disuruh jadi pembicara di sebuah seminar dan dibayar 18 juta untuk 2 jam bicara.. Wow.. Dan jujur aku belum percaya sama kata-katanya. He... Karena aku nggak percayaan orangnya..
Tiba di hampir jam 8. Aku sama dia bareng menuju dalem MGK. Di lantai berapa ya aku lupa. Dan benar saja, udah rame banget orang. Yang jualan juga banyak. Tapi bukan jualan kaki lima ya, mereka semua adalah sponsore acara. Ada bakmie mewah juga..
Adalah suatu kehormatan bahwa aku memilih VIP dan duduk di bangku paling depan dan tengah pula. Nggak ada orang yang menghalangi penglihatanku dan bener-bener langsung lihat depan panggung. Dalam hati aku berbisik, bener-bener nggak nyesel udah bayar mahal.
Disitu ada banyak pembicara, dari mulai Coach Tian, Veronica Linardi(pendiri Job.id dan Qerja.com), pendiri MatahariMall, pendiri RuangGuru, dan masih banyak lagi. Serius. Itu adalah seminar termegah yang aku pernah tonton. (Ehm.. Padahal seminar pertama yang di tonton)
 Di dalam hall exibition dengan lampu pencahayaan yang bagus dan musik pengiring yang pas.Ditambah lagi miss Merry Riana. Aku sampe mringis keluar air mata saking terharunya. Gemeter pula.. Ya Allah... Bener bener seneng banget. Kata-kata miss Merry semuanya merasuk di dalam hatiku (pada waktu itu. dan sekarang lupa). Untuk tahu gimana kami, bisa searching di google ya. IIC 2017. masuk youtube. dan aku juga keliatan walau sekilas. Pake jas item, krudung merah, celana jeans, dan paling depan dan tengah. Joget-joget. He.. Serius. Soalnya di seminar itu kita juga ada sesi joget joget..
Ada juga beberapa orang sebagai audience yang diundang Miss Merry gratis. Dan disuruh naik ke atas panggung untuk menceritakan perjalanan karirnya. Dan salah satunya ternyata pemuda yang aku temui di depan SevenEleven itu lho. Beliau diundang gratis karena sudah sering menghadiri seminar nya Miss Merry dan progress karirnya sangat melesat. Wow... Oke, sekarang aku percaya, beliau pernah dapat 18 juta dalam 2 jam berbicara... Subhanallah.... 
Tiba sesi akhir, serius nggak kerasa banget, tapi karena aku masih punya tanggungan bahwa kenyataannya besok harus jadi buruh pabrik lagi, mau nggak mau aku harus balik ke Serang lagi. Demi sesuap nasi. He...
Di sesi akhir, aku lagi-lagi bersyukur banget udah beli tiket VIP. Karena yang untuk VIP saja yang bisa foto bareng sama Miss Merry.
AAAAAAAAAAAAAA................................................. Setelah antri cukup panjang, akhirnya giliranku. Salaman sama Miss Merry, disitu aku berdoa semoga kesuksesannya nular ya Miss. Aamiin... Hehe..
Kalo yang lain cukup diwajibkan foto difotoin dari depan oleh bodyguardnya, lha aku karena tipe orang bandel. Akupun berani beraninya foto berdua tampak wajah aja. Selfie berdua aku yang pegangin hp bo... Puas banget pokoknya. Biar nanti nggak nyesel udah jauh-jauh.
Dan ada awal pasti ada akhir, akhirnya akupun pulang. Sebelumnya ada sesi istirahat juga sih. Saking lapernya, aku beli bakmie mewah 2 porsi, dan nggak tau karena laper apa memang enak, bakmie mewahnya dua porsi abis. Jujur memang enak sih kalo dimakan pas laper. He...
Waktunya pulang, udah mau sore. Aku naik gojek lagi sampe terminal. Nah, sampe terminal di Jakarta, aku laper lagi, beli lah yang namanya bubur ayam. Dan bubur ayamnya enak banget. Nggak tau apa karena aku laper apa memang enak. Haduh... Doyan makan ya?  Tapi yang jelas pengen beli lagi tapi nggak kesampaian sampe sekarang. Lalu naik bis sampe terminal pakupatan Serang, sampe Serang jam 11 an malem kalo nggak salah. Soalnya macet juga sih. Terus naik angkot sampe depan pabrik. Dan jalan kaki sampe mess, tau-tau udah jam 12 malem. Untungnya, kerjaku sif malem, jadi paginya bisa dibuat tidur deh. Disitu aku tidur dengan tenangnya sambil mandangin fotoku sama miss Merry. Nggak bisa tidur juga sih soalnya itu semua sudah jadi kenangan.
Beberapa bulan, ada hal yang membuat hp ku harus di service, dan sedihnya sampe sekarang adalah kenyataan bahwa semua foto-foto aku sama miss Merry ilang nggak berbekas. Sediiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiih sampe sekarang. Berharap suatu saat bisa menghadiri IIC lagi n foto bareng miss Merry lagi. Aamiin...
Miss, kamu salah satu motivator favoritku sampe sekarang. Dan, aku selalu liat motivasi" mu di IG ataupun fb.... Makasih ya Miss untuk semangatmu ke aku........... Dan sekarang aku udah menemukan pekerjaan yang aku impikan dari dulu Miss. Makasih ya atas doa dan semangatnya..... Love You...

Selasa, 10 April 2018

Kenapa Kamu Hidup?

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh...
Bismillahirrohmanirrohim...
Kenapa kita hidup? Pertama, karena Allah menghidupkan kita.
Dan sebagai apa kita hidup di dunia ini?
Sebagai anak dari orangtua kita.
Sebagai kakak/adik dari saudara kita.
Sebagai keponakan dari paman bibi kita.
Sebagai paman/bibi dari keponakan kita.
Sebagai cucu dari kakek nenek kita.
Sebagai salah satu anggota keluarga dari keluarga besar kita.
Sebagai teman dari rekan kerja kita.
Sebagai teman dari teman kuliah kita.
Sebagai orangtua dari anak-anak kita.
Sebagai salah satu tetangga dari samping rumah kita.
Sebagai warga negara dari negara yang kita tempati.
Sebagai manusia, hamba Allah..
Itulah kita..
Manusia tidak bisa hidup tanpa orang lain. Jalanilah peran kita diatas dengan baik.
Hablumminallah. Hablumminannas..
Berhubungan baik dengan Allah, yang menciptakan kita. Tuhan kita.
Dan berhubungan baik dengan manusia yang kita kenal..
Kadang ada orang yang hanya bisa berhubungan baik dengan sesama manusia tapi tak melaksanakan sholat dan segala perintah Allah.
Kadang juga ada yang hanya berhubungan baik dengan Tuhan Nya. Tapi tak menghargai orang lain.
Kadang juga ada yang tak bisa berhubungan baik dengan Tuhan Nya juga dengan sesama manusia. Sungguh jangan jadikan hati kami penuh racun hingga kami tak mau belajar untuk baik Ya Allah...
Jangan hanya salah satu karena itu tak akan sempurna kita hidup di dunia ini.
Yuk kita belajar sama-sama. Jaga hubungan baik dengan Allah dan makhluk Nya :)
Semoga kita tergolong orang-orang shaleh dan mendapat jalan ke surga Nya dengan orang-orang yang kita sayang. Aaamiin....
Satu lagi, tujuan hidup kita adalah bahagia di dunia dan di akhirat kelak. Jadi gimana caranya untuk mencapai hal tersebut?
Pertama, kita harus mencari kebahagiaan didunia dengan orang-orang yang kita sayangi dan menyayangi kita, jauhi segala penyakit hati dan yang menimbulkan perselisihan dengan orang lain, karena itu hanya akan membuat kita tak bahagia, selalu bersyukur kepada Allah atas kehidupan yang kita dapat, dan menjalani kehidupan ini dengan segala aktifitas dan kesibukan dengan ikhlas dan ikhsan. Selalu tersenyum tulus kepada siapapun dan berbagi kebahagiaan dengan siapapun tentunya. Juga menolong orang yang sedang kesusahan walau kita juga sedang kesusahan. Karena apa, bila kita menolong orang, kita akan bahagia.Juga bersedekah walau di waktu sulit :)
Kedua, gimana cara agar kita bahagia di akhirat? Caranya dengan beramal sebanyak-banyak nya untuk kehidupan di akhirat kelak. Mumpung kita masih diberikan hidup oleh sang pemberi hidup, kita harus menjalankan kewajiban kita sebagai hamba Allah. Menjalankan segala perintah wajib Nya. Dan akan lebih baik kita juga menjalankan ibadah sunnah untuk meningkatkan pahala. Dan juga jangan lupa untuk menghindari segala hal yang ditentang Nya. Semoga kita bisa mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak. Aaamiin... (Berharap banget. Walaupun kondisi diri masih jauh dari kata baik, tapi ingin berusaha untuk mencapainya.)