Ada si fulan, sebut saja Husain, yang bertemu nabi Muhammad.
Nabi Muhammad SAW berkata padanya, "Dia adalah ahli surga." sambil menunjuk si fulan yang lain, sebut saja Ikhsan.
Lantas Husain pun berfikir dalam hati. Bagaimana bisa Ikhsan disebut nabi Muhammad SAW sebagai ahli surga? Saking penasarannya dia pun menghampiri Ikhsan di kediamannya.
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam Warohmatullahi Wabarokatuh". jawab Ikhsan
"Saudaraku Ikhsan, bolehkah saya menginap beberapa hari di kediamanmu? Karena saya ingin mencari barang untuk di jual di sekitar sini." terang Husain mencoba meyakinkan Ikhsan agar bisa menginap dan mencari tahu apa keistimewaan Ikhsan yang disebut sebagai ahli surga.
"Boleh saudaraku. Silahkan."
Hari Pertama
Ikhsan hanya mengerjakan sholat 5 waktu di rumah seperti biasa, tak ada yang lebih dari itu.
Hari Kedua
Ikhsan juga tak melakukan puasa sunnah setiap waktu, ibadah sholat sunnah juga jarang.. 'Lantas apa yang membuat dia bisa di sebut ahli surga?' Husain pun tambah penasaran.
Hari Ketiga
Husain masih mengamati kebiasaan yang di lakukan Ikhsan. Namun tak ada perubahan. Semua yang dilakukan Ikhsan adalah ibadah yang biasa saja. Husain pun tambah frustasi bertanya-tanya dalam hati.
Melihat Husain yang tampak tak baik dari raut wajahnya, Ikhsan pun bertanya..
"Ada apakah gerangan wahai saudaraku? Wajahmu sepertinya menyiratkan kebingungan? Sudahkah menemukan barang-barang yang akan kamu jual di kotamu dari sini?" tanya Ikhsan.
"Maafkan saya saudaraku. Sebenarnya saya berbohong bahwa saya ingin mencari barang-barang untuk dijual lagi. Saya menginap di kediamanmu hanya ingin mengetahui keseharianmu seperti apa. Karena kata Nabi, kamu adalah ahli surga." terang Husain sambil menunduk pasrah.
"Jadi seperti itu." jawab Ikhsan sambil tersenyum. "Saya bukanlah orang yang istimewa saudaraku. Keseharian saya biasa-biasa saja, ibadah wajib dan tidak setiap waktu melakukan ibadah sunnah. Tapi ada 2 hal yang saya tidak pernah untuk melakukannya." terang Ikhsan.
"Apakah gerangan itu wahai saudaraku?"tanya Husain balik.
"Saya tidak pernah iri pada orang lain. Dan saya tidak pernah membicarakan keburukan orang."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar