Kata orang, jangan jadi orang yang buta, bisu dan tuli untuk menerima nasihat baik dan melihat lingkungan sekitar dengan penuh kesadaran. Agar kita bisa berempati dan tidak egois menjadi pribadi.
Itu benar.
Namun di dunia ini selain hal positif juga ada hal negatif. Kita perlu membuka mata, telinga dan mulut untuk menerima segala hal positif. Apalagi ilmu yang bermanfaat bisa kita peroleh dari mana saja. Tentu saja untuk membuat kita bisa lebih 'wise' bijak dalam menyikapi kehidupan dengan segala problematika nya. Kita bisa lebih dewasa, cerdas menyikapi dan tetap bahagia selalu, hati yang lapang dan penuh kesyukuran di tengah berbagai hal negatif yang mengepung..
Untuk menyikapi hal negatif tersebut, kita perlu menjadi orang yang buta, bisu dan tuli. Tak perlu melihat hal yang tak seharusnya kita lihat. Hal negatif yang mencoba meracuni fikiran kita. Anggap saja mata kita tembus pandang.
Jadi bisu atas keadaan berantakan yang mencoba memerangi kita. Jangan biarkan kata-kata negatif keluar dari mulut kita yang berharga ini. Kita pun bisa menjaga hati agar tetap tersenyum walau dunia menyuruh untuk kita nelangsa.
Jadi tuli, tak perlu memasukkan suara-suara yang mencoba membuat kita terpengaruh dan ikut down. Biarlah mereka berbicara apapun dibelakang kita, bahkan bisa jadi di depan kita. Namun hati kita berhak untuk tetap tenang. Menanggap semua itu seperti angin hanya hanya lewat tanpa bisa menerkam kita. Kita berhak untuk tetap tersenyum manis, dengan hati yang berbunga-bunga walau mereka mengancam kita dan ingin membunuh kita.
Hati yang sakit, biarkan saja mereka. Mereka berhak berekspresi apapun. Karena itu kehidupan mereka. Mereka bukan pemeran utama, yang terus melihat orang lain dengan penuh kebencian. Biarlah mereka menjadi pemeran pendukung dalam kisah perjuangan sukses kita. Biarlah mereka menjadikan kita lebih cerdas dan kuat.
Begitupun hati, hati kita sangat berharga daripada bagian tubuh yang lain. Karena hati akan mempengaruhi otak, dan mempengaruhi apa yang kita lakukan dan kehidupan kita.
Jadilah hati yang terus mengingat-Nya. Hati yang sadar, bahwa dunia ini hanyalah sendau gurau semata. Bahwa hidup ini hanyalah sia-sia tanpa iman dan amal sholeh. Tetap berpegang teguh pada Dzat yang tak akan pernah bisa Tumbang dan Mati. Dia lah Allah, sang Pencipta.
Apapun kesemprawutan kehidupan yang ditawarkan, kita bisa tetap kuat. Karena Allah ada di samping kita. Allah dulu, Allah lagi, Allah terus...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar